Insiting Kekuatan Tekad; Tubuh Anda Menolak Diciptakan Untuk Menolak Cheesecake
Pada bab ini menjelaskan bagaimana kita harus mengahadapi situasi dimana mengikuti keinginan atau menemukan kekuatan batin untuk mengendalika diri dengan mengatakan “Saya Tidak Akan” ketika sel ditubuh mengatakan “Saya Ingin”. Ketika bahaya mengancam manusia seperti dihadapkan dengan harimau maka manusia akan dihadapkan dengan respon lawan atau lari yang merupakan salah satu karunia tuhan berupa kemampuan yang ada dalam tubuh dan otak untuk mencurahkan seluruh energi dalam menyalamatkan diri dari keadaan darurat. Respons ini akan memutuskan bagaimana manusia akan memakai energi mental atau kemampuan fisik yang terbatas.
Cheesecake bukanlah ancaman nyata seperti harimau dan salah satu ancaman jenis baru ketika manusia harus menghindarinya namun keinginan untuk memakannya selalu ada. Jika dihadapkan dalam keadaan seperti itu, seorang manusia tidak bisa membunuh keinginan tersebut, karena keinginan itu berada dalam pikiran dan tubuhnya. Dalam hal seperti in respons lawan atau lari tidak dapat bekerja, karena untuk menghadapi permasalahan seperti ini dibutuhkan pendekatan yang berbeda dalam pengendalian diri untuk mempertahankan diri. Keinginan untuk memakan cheesecake ini merupakan sebuah ancaman internal. Dalam menghadapi ancaman internal diperlukan respon tunda-dan-rencakan karena dapat memperlambat dan mengendalikan dorongan keinginan manusia. Respons ini merupakan kekuatan tekad otak dan tubuh, yang menempatkan kita kedalam kondisi tenang, tetapi tidak terlalu tenang.
Manusia memiliki cadangan kekuatan tekad dalam tubuh disebut dengan variabilitas denyut jantung – suatu ukuran terhadap kapasitas untuk pengendalian diri. Jika manusia memiliki variabilitas jantung yang tinggi, itu menandakan bahwa memiliki persediaan kekuatan tekad lebih banyak dalam mengahadapi sebuah godaan. Banyak factor yang mempengaruhi cadangan kekuatan tekad; apa yang dimakan, dimana tempat tinggal, dan apa pun yang memberikan stress pada pikiran dan tubuh. Untuk membantu diri kita dalam memutuskan suatu keputusan dalam kondisi berpikir jernih bisa dilakukan dengan memperlambat pernafasan, karena hal tersebut memberika rasa kendali pikiran dan tubuh, dan membantu menemukan keberanian yang mereka butuhkan dalam situasi yang sulit.
Untuk melatih pikiran dan tubuh kita dalam mendukung fisiologi pengendalian diri, bisa dilakukan dengan olahraga berdurasi lima menit karena dapat meningkatkan suasana hati dan penghilang stress. Berolahraga merupakan keajaiban kekuatan tekad karena dapat mengembalikan energi dan kekuatan tekad yang hilang. Selain berolahraga, kekuatan tekad dapat didapatkan memalui tidur yang cukup dan baik, karena dengan manusia mengalami kurang tidur tidak dapat melakukan pengendalian diri.
Dalam menggapai kekuatan tekad jangan teralu banyak kontrol diri karena jika terlalu banyak akan berakibat stress yang tidak baik bagi tubuh. Sehingga, untuk menjaga kesehatan dan kebahagiaan, kita harus menyerah dalam mencapai kesempurnaan kekuatan tekad, kita harus memilih jalan yang bijaksana dalam menggapai kekuatan tekad.
Komentar
Posting Komentar