Lisensi Untuk Dosa: Mengapa Menjadi Baik Memberikan Kita Izin Untuk Menjadi Buruk


Orang yang berbuat kebaikan bisa menjadi jalan dalam berbuat keburukan dalam istilah psikologi disebut lisensi moral. Lisensi moral bisa terjadi  ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik, mereka merasa baik tentang dirinya, dan ini merupakan rangsangan yang menjadikannya alasan untuk melakukan sesuatu yang buruk. Selain itu, lisensi moral juga membuat orang menolak ketika diminta untuk melakukan sesuatu yang baik.

Kemajuan yang dialami seorang manusia dapat menimbulkan masalah, meskipun kemajuan merupakan sesuatu yang baik, dan tujuan kita menimbulkan suatu perasaan yang baik. Namun, kemajuan dapat menyebabkan kita meninggalkan tujuan yang telah ditetapkan dan telah kita kerjakan dengan penuh perjuangan karena kemajuan mengubah keseimbangan antara dua sisi yang saling bersaing. Tantangan kekuatan tekad melibat tujuan yang saling bertentangan; pertama, kepentingan jangka panjang, kedua menginginkan kepuasan segera.

Ketika seseorang ingin mencapai tujuan di masa depan bisa memberikan lisensi untuk hari ini. Kesempatan untuk mencapai tujuan akan memberikan pikiran antusias, sehingga bisa membuat kekeliruan dalam menilai kesempatan dengan kepuasan karena benar-benar ingin tercapainya tujuan. Optimisme dalam mencapai tujuan dapat dimengerti karena jika kita diharapkan untuk gagal dalam setiap tujuan yang telah kita tentukan, maka kita akan menyerah sebelum kita memulai. Tetapi, jika kita menggunakan harapan positif untuk membenarkan kelambanan ini, kita mungkin tidak perlu tujuan sama sekali.

Dosa bisa terlihat seperti kebajikan, seperti halnya iklan makanan utama yang diiklankan sebagai pilihan makanan sehat, bisa membuat para pelanggan selain membeli makanan sehat tersebut tet api juga memesan minuman, lauk pauk, dan makanan penutup yang secara langsug akhirnya mengonsumsi lebih banyak kalori. Hal seperti disebut dengan efek halo, efek ini bisa muncul dimana saja, setiap kali sesuatu yang memanjakan dipasangkan dengan sesuatu yang baik. Selain itu, dosa bisa terlihat seperti kebajikan dapat terlihat juga dalam kata-kata yang berlabel “baik bagi kesehatan” namun itu membuat konsumen ingin selalu mengonsumsinya yang ujung-ujung buruk bagi kesehatan, selain itu dosa seperti kebajikan bisa dilihat juga dari pembelanja yang dipengaruhi penghematan seperti diskon, namun itu akan membuat berbelanja lebih banyak lagi.

Peduli terhadap lingkungan tidak selalu menyebabkan tindakan kebajikan. Peduli terhadap lingkungan bisa dimanfaatkan orang yang membeli produk ramah lingkungan lalu melakukan manipulasi penilai tes dem bayaran untuk sebuah jawaban. Kebajikan terhadap lingkungan dapat menjadi alasan dalam berbuat dosa  berbohong dan mencuri.


 


Komentar