Terlalu Lelah Untuk Melawan: Mengapa Pengendalian Diri Seperti Otot


Orang dalam menggunakan kekuatan tekad mereka tampaknya tidak berdaya dalam melawan godaan. Kehidupan modern penuh dengan tuntutan kontrol diri yang dapat menguras kekuatan tekad. Pengendalian diri merupakan seperti otot. Ketika digunakan, dia akan menjadi lelah. Jika tidak diberikan istirahat maka akan kehabisan kekuatannya sama sekali, sehingga pengendalian diri merupakan hal yang terbatas. Pengendalian terbatas karena setiap penggunaan kekuatan tekad, sistem pengendalian diri dari otak menjadi kurang aktif.

Otak manusia merupakan salah satu organ tubuh manusia yang pelit. Otak dapat menyimpan energi dalam sel-selnya, tetapi ketika otak terancam kehabisan energi ia akan memutuskan untuk menghentikan pengeluaran dan menghemat sumber energi yang dimilikinya. Sehingga, otak tidak akan memberikan energinya kepada manusia ketika pengendalian diri dilakukan karena itu merupakan yang paling banyak memakan energi.

Untuk melatih otot kekuatan tekad bisa dilakukan dengan melatih pengendalian diri. Salah satu latihan yang bisa dilakukan dalam melatih pengendalian diri adalah dengan; pertama, memperkuat kekuatan “saya tidak akan” dengan berkomitmen untuk tidak bersumpah. Kedua, memperkuat kekuatan “saya akan” dengan berkomitmen untuk melakukan suatu hal yang baru setiap hari. Ketiga, memperkuat self-monitoring dengan melacak sesuatu yang tidak biasa diperhatikan.

Pengendalian diri merupakan sesuatu yang ada batas namun bisa muncul kembali. Batas-batas pengendalian diri layaknya seperti batas fisik pada tubuh manusia yaitu merasa kehabisan kekuatan tekad sebelum keadaan sebenarnya. Otak dapat mengerem latihan yang memakai banyak energi dari korteks prefrontal. Ini tidak berarti bahwa kita kehabisan kekuatan tekad, namun hanya perlu menguatkan motivasi untuk memakainya.

Dalam bagian ini pun dijelaskan bahwa orang yang kekurangan tekad tidak dapat diandalkan untuk membuat keputusan yang baik bagi masyarakat. Untuk itu, kita bisa mengambil langkah untuk memperkuat kontrol diri  dengan mengeluarkan kontrol diri dari persamaan bila itu memungkinkan. Tetapi, jika tidak bisa dengan mengurangi tuntutan pengendalian diri untuk me lakukan hal yang benar.



Komentar